Halimah Yacob dari berjulan Nasi Padang hingga menjadi Presiden Singapura - GADIZA

Halimah Yacob dari berjulan Nasi Padang hingga menjadi Presiden Singapura

1 tahun yang lalu      Sosok Inspiratif

source: halimah yacob

 

Gadiza.co.id – Halimah Yacob telah membuat sejarah dalam pemerintahan Negeri Singa, bagaimana tidak perempuan yang telah berusia 63 tahun ini berasal dari etnnis minoritas yaitu melayu dan merupakan presiden perempuan pertama di Singapura. Kemenanganya didapat setelah kandidat lainya tidak memenuhi syarat.

Pesaing lainnya terbukti bukan berasal dari etnis Melayu dan dua orang dari pesaingnya mengaku berasal dari kalangan pengusaha, yang ternyata asset yang dimiliki tidak sesuai dengan syarat sah untuk mengajukan diri sebagai kepala negara Singapura. Sebanyak empat kandidat dinyatakan tidak lolos verifikasi, sehingga meninggalkan calon tunggal sebagai Presiden Singapura, hal ini berdampak pada kegiatan pemilu yang tidak jadi dilakukan pada tanggal 23 September di Singapura. Pada akhirnya Departemen Pemilu Singapura mengeluarkan Certificate of Eligibility untuk Halimah seorang.

Pencapaian ini bukanlah yang pertama didapat oleh Halimah, sebelumnya pada Januari 2013 Halimah juga sukses sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan Ketua Parlemen ke-9 Singapura. Perjuangan Halimah di dunia politik Singapura terbilang cukup lama yaitu 47 tahun hal ini menjadi bukti nyata Melayu dan Muslim masih mampu bersaing.

Namun dari banyaknya prestasi dan pencapaiannya saat ini tidak banyak yang tahu jika Presiden Singapura pernah hidup serba pas-pasan ketika masa kecilnya. Pada umur delapan tahun Ayahnya meninggal, kesehariannya dihabiskan didalam rumah susun yang hanya memiliki satu kamar yang digunakan untuk hidup bersama saudara-saudaranya. Karena kondisi dan keadaan keluarga yang seperti itu Ibu Halimah membanting tulang dengan berjualan Nasi Padang dengan menggunakan gerobak kecil. Menjadi anak bungsu bukan berarti membuat Halimah kecil malas-malasan dan gengsi, dia rela sangat rajin melayani pelanggan yang datang, membersihkan meja, mencuci sendok dan garpu.

Pendidikan Halimah terbilang sangat luar biasa karena dia berhasil diterima di sekolah bergengsi pada tingkat SMP dan SMA. Pada saat SMP dia bersekolah SMP Chinese Girls School yang tentunya dia adalah segelintir orang yang bersuku melayu karena mayoritas yang bersekolah disini beretnis China. Pada saat SMA dia bersekolah di Tanjong Katong Girls School namun siapa sangka dia hampir dikeluarkan ketika bersekolah disini lantaran sering membolos untuk membantu ibunya. Halimah pernah mengatakan ketika ia akan dikeluarkan itu adalah momen terendah semasa hidupnya, pada saat dijenjang SMP dan SMA terbilang adalah situasi paling mencemaskan karena pada saat itu dia sering menunggak uang sekolah karena keterbatasan ekonomi namun dia tidak patah semangat untuk tetap membantu ibunya berjualan dan mengerjakan tugas sambilan. Dengan usaha gigihnya itu akhirnya masa sulit dilewati dan Halimah berhasil masuk National University of Singapore di Fakultas Hukum yang sangat bergengsi di Singapura.

Setelah menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1978 kemudian dia bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) atau Organisasi perburuhan di Singapura. Beliau memulai karirnya dibagian Hukum demi meperjuangkan hak-hak para pekerja. NTUC merupakan tempat dimana berjuang demi karirnya dari bawah sampai dia terpilih menjadi Deputi Sekretaris Jenderal yaitu posisi kedua terkuat di organisasi ini. Maka tidak heran jika Halimah sangatlah populer di kalangan buruh karena sudah berkarir selama 30 tahun di NTUC.

Sosok ibu dari 5 orang anak ini sangatlah sederhana, dia tetap tinggal di rusun yang berada di Kawasan Yishun Singapura bagian utara walau sudah menjabat menjadi Ketua DPR. Halimah juga pernah melontarkan pernyataan bahwa dia akan tetap tinggal di Rumah Susun ketika sudah menjabat sebagai Presiden.

Saat ini Halimah sudah aktif menjadi Presiden kedelapan Singapura karena sudah dilantik pada tanggal 13 September 2017 lalu. Bagaimana sahabat Gadiza apakah sudah mulai terinspirasi dengn kisah Ibu Halimah Yacob ? jangan lupa share ya artikel dari kami.




Komentar Artikel "Halimah Yacob dari berjulan Nasi Padang hingga menjadi Presiden Singapura"